Tfd6TUOlGUM7TSWpGUY0GSY5TY==
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Tim Peneliti Unikom Gelar FGD AI untuk Koperasi SIA

Featured Image

Inovasi AI dalam Sistem Informasi Akuntansi Koperasi

Pada tahun 2025, sebuah kegiatan diskusi yang dipimpin oleh tim peneliti dari Universitas Komputer Indonesia (Unikom) sukses diadakan secara online. Tema utama dari kegiatan ini adalah inovasi framework strategi bisnis sistem informasi akuntansi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam konteks kinerja digitalisasi koperasi. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat pertumbuhan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi AI.

Dalam acara tersebut, Dian Darmayanti menyampaikan bahwa AI merupakan salah satu teknologi yang mampu meniru kemampuan manusia seperti belajar, memecahkan masalah, hingga menciptakan sesuatu secara mandiri. Menurutnya, AI juga bisa menjadi alat otomatisasi yang efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan meminimalkan kesalahan manusia.

Salah satu manfaat utama AI dalam pengambilan keputusan adalah kecepatan dan akurasi. Dengan adanya AI, proses pengambilan keputusan akan lebih cepat dan dapat dilakukan dengan data yang lebih akurat. Hal ini sangat penting bagi koperasi, terutama dalam hal transparansi laporan keuangan, meningkatkan kepercayaan anggota, serta mempercepat pengambilan keputusan.

Sistem informasi akuntansi memiliki peran krusial dalam penyusunan laporan keuangan. Laporan ini menjadi dasar pengambilan keputusan bagi pengurus koperasi, sebagai dasar perhitungan Sisa Hasil Usaha (SHU), serta meningkatkan transparansi dan kepercayaan dari anggota maupun pihak eksternal.

Ketua peneliti, Dr. Hj. Supriyati, menjelaskan bahwa tujuan FGD ini adalah untuk membahas inovasi framework strategi bisnis dan sistem informasi akuntansi berbasis AI. Ia menekankan tiga pilar utama koperasi yaitu kelembagaan, usaha, dan keuangan, serta pentingnya penerapan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) entitas privat untuk meningkatkan kredibilitas koperasi.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya semangat kekeluargaan dalam membangun kesejahteraan anggota koperasi. Penelitian ini juga menawarkan kolaborasi dengan Unikom untuk mendukung pengembangan koperasi di Kabupaten Bandung.

Fani Indriana, yang mewakili Kepala Bidang Kelembagaan dan Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, memperkenalkan beberapa koperasi binaan yang ada. Ia menekankan peran penting koperasi dalam perekonomian masyarakat.

Berikut ini adalah beberapa contoh koperasi yang hadir dalam kegiatan tersebut:

  • Koperasi Baiturrahim Syariah Indonesia
    Didirikan sejak 2009, berbadan hukum pada 2014, dengan 1.800 anggota dan aset Rp 5 miliar. Koperasi ini telah menggunakan aplikasi keuangan core microbanking system bernama USI selama 11 tahun dan mendapatkan penghargaan sebagai koperasi terbaik pada 2022.

  • Koperasi Konsumen Syariah Baitul Mukmin
    Berdiri pada 2016, berbasis masjid, dengan sekitar 750 anggota muslim. Masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan aplikasi kasir dengan laporan keuangan manual (excel).

  • Koperasi Konsumen Sakinah Insan Mandiri
    Awalnya hanya 5 anggota, kini berkembang menjadi 50. Tujuannya adalah mengurangi praktik pinjaman bank emok dan mencegah stunting melalui penjualan sembako dan telur ayam. Pelaporan masih manual (excel).

  • Koperasi Konsumen Warga GBI Sejahtera
    Berdiri sejak 2012, awalnya sebagai inisiatif untuk menolong warga dari jeratan bank keliling. Saat ini memiliki 60 anggota dengan aset sekitar Rp 400 juta. Masih menggunakan laporan manual (excel).

  • Koperasi Desa Merah Putih Cangkuang Wetan
    Masih berusia 4 bulan dengan 450 anggota. Bergerak di bidang sembako. Masa depannya akan mengembangkan klinik dan apotek, serta berkolaborasi dengan bisnis travel umrah dan jaringan internet.

Setelah presentasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab. Peserta saling berbagi pengalaman dan mencari solusi atas tantangan yang dihadapi. Diskusi ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan koperasi di masa depan.

Tim Peneliti Unikom Gelar FGD AI untuk Koperasi SIA

0

0 Comments for "Tim Peneliti Unikom Gelar FGD AI untuk Koperasi SIA"