Tfd6TUOlGUM7TSWpGUY0GSY5TY==
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Melalui Koperasi Pertanian, Mahasiswa UTU Pasarkan Kebutuhan Pangan di Meulaboh

Melalui Koperasi Pertanian, Mahasiswa UTU Pasarkan Kebutuhan Pangan di Meulaboh

Koperasi Pertanian Digital Bakti Pemuda: Inovasi Mahasiswa dalam Mengembangkan Bisnis Pertanian

Sejumlah mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh menunjukkan kekreatifan yang luar biasa dengan mendirikan Koperasi Pertanian Digital “Bakti Pemuda”. Lokasinya berada di pusat kota Meulaboh, sekitar 200 meter dari Masjid Agung. Koperasi ini menjadi wujud nyata dari semangat kewirausahaan yang tumbuh di kalangan generasi muda.

Koperasi ini lahir sebagai kelanjutan dari partisipasi mereka dalam Lomba P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dikbudristek RI dua tahun lalu. Rahmat Hidayat, mahasiswa FEB UTU, bertindak sebagai ketua koperasi. Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini dilakukan bersama Arif Rizki Yabul, Muwali, Yusuf, dan beberapa teman lainnya. Mereka ditemani oleh dosen pembimbing Said Ahmad Kabiru Rafii.

Dana awal untuk membangun koperasi berasal dari Kementerian Dikbudristek melalui proposal yang diajukan. Total bantuan yang diterima mencapai Rp 19.950.000. Angka tersebut terpampang jelas di papan nama proyek di lokasi koperasi.

Berbagai Sektor Usaha yang Dijalankan

Koperasi Bakti Pemuda menggerakkan berbagai jenis usaha pertanian, termasuk perkebunan, peternakan, dan perikanan. Di bidang perkebunan, mereka menanam bayam, kacang panjang, labu air, cabai, jagung, gambas, kelapa, dan tanaman lainnya. Sementara itu, di sektor peternakan, mereka memelihara ayam kampung dan bebek. Telur bebek diproses menjadi telur asin, sedangkan telur ayam kampung disuplai ke warung kopi terdekat.

Di bidang perikanan, koperasi ini menangani ikan lele, gurami, dan ikan nila. Produksi ikan mencapai sekitar 200 ekor setiap enam bulan. Produk-produk pertanian hasil koperasi ini mulai masuk ke pasar lokal dan digunakan oleh masyarakat sekitar Meulaboh.

Tantangan yang Dihadapi

Meski sukses dalam membangun koperasi, Rizki dan rekan-rekannya menghadapi beberapa kendala. Salah satunya adalah keterbatasan lahan pertanian. Saat ini, ada anggota koperasi yang bersedia meminjamkan lahan seluas 2 hektar di Nagan Raya. Namun, karena kurangnya modal, ekspansi bisnis belum bisa dilakukan.

Dukungan dari Instansi Terkait

Kabid Pengawasan Koperasi Diskop UKM Aceh, Aswar R Paya MAP, memberikan dukungan penuh untuk pengembangan koperasi ini. Ia menyebutkan bahwa ketua koperasi pernah ikut serta dalam studi tiru ke beberapa koperasi besar di Jawa Barat. Tujuannya adalah agar mereka dapat memperoleh wawasan dan meniru hal-hal positif dari sana.

Aswar meminta Rizki dan kawan-kawan untuk terus memproduksi kebutuhan pokok melalui koperasi. Menurutnya, sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan sangat menjanjikan jika dikelola secara profesional. Ia berharap koperasi ini dapat menjadi contoh bagi generasi muda, baik saat ini maupun setelah lulus kuliah.

Melalui Koperasi Pertanian, Mahasiswa UTU Pasarkan Kebutuhan Pangan di Meulaboh

0

0 Comments for "Melalui Koperasi Pertanian, Mahasiswa UTU Pasarkan Kebutuhan Pangan di Meulaboh"