Tfd6TUOlGUM7TSWpGUY0GSY5TY==
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

67 Koperasi Merah Putih di Kota Serang, Hanya 16 yang Aktif Beroperasi

Featured Image

Pengembangan Koperasi Merah Putih di Kota Serang

Sejak diluncurkan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025, program Koperasi Merah Putih (KMP) terus berkembang di berbagai daerah, termasuk di Kota Serang. Saat ini, terdapat sebanyak 67 KMP Kelurahan yang telah terbentuk di ibu kota Provinsi Banten. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 16 koperasi yang benar-benar sudah aktif beroperasi.

Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UKM Perindag) Kota Serang, Ratu Anne, menjelaskan bahwa seluruh KMP Kelurahan di Kota Serang telah menyelesaikan persyaratan administratif seperti akta pendirian, pengurus, anggota, dan tempat kegiatan. Meski demikian, sebagian besar masih dalam tahap sosialisasi dan perekrutan anggota.

“Secara keseluruhan, 67 KMP Kelurahan sudah terbentuk. Namun, yang benar-benar sudah berjalan baru 16 koperasi. Dari jumlah itu, 10 sudah memiliki sekretariat sendiri, sedangkan enam lainnya masih meminjam tempat,” kata Ratu Anne kepada Kabar Banten, Rabu (24/9/2025).

Beberapa KMP yang sudah aktif di antaranya berada di Kelurahan Banjar Agung, Sukawana Curug, Cipare, Penancangan, dan Cilaku. Sementara 51 KMP lainnya masih fokus melakukan sosialisasi dan perekrutan anggota, karena permodalan utama koperasi bersumber dari partisipasi anggota.

“Modal koperasi harus sehat dan berasal dari anggota itu sendiri. Pemerintah hanya mendukung dengan memberikan pelatihan, fasilitasi, serta regulasi permodalan,” tambah Ratu Anne.

Ia juga menyebutkan, rapat koordinasi (rakor) regional KMP akan digelar di Tangerang untuk membahas arahan dari Kementerian Dalam Negeri, Bank Himbara, dan BUMN terkait skema permodalan.

Tantangan dan Strategi Koperasi Merah Putih

Ketua KMP Kelurahan Cipare, Encep Witarsa, menuturkan koperasi yang dipimpinnya sudah berjalan meskipun jumlah anggota baru sekitar 200 orang dari target 500.

“Kami tetap bergerak sambil menunggu regulasi permodalan agar tidak membebani anggota di kemudian hari,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua KMP Kelurahan Sawah Luhur, Hikmatulloh, mengaku koperasinya masih tahap sosialisasi. Ia mengungkapkan tantangan terbesar adalah mengajak warga menjadi anggota karena sebagian besar masih menganggap koperasi hanya sebatas simpan pinjam.

“Kami sudah punya rencana usaha seperti pengadaan pupuk dan gas elpiji 3 kg, tapi terbentur permodalan,” ungkapnya.

Berbeda dengan kelurahan lain, KMP Banjar Agung menjadi percontohan karena sudah memiliki sekretariat dan toko sendiri sejak September 2025. Ketua KMP Banjar Agung, Asep Rohmat, mengatakan koperasinya telah berjalan dengan anggota awal sebanyak 180 orang.

“Meski modal masih terbatas, kami terus mengembangkan usaha demi kesejahteraan anggota. Target kami dalam satu tahun bisa mencapai 1.000 anggota agar bisa mengajukan modal ke Bank Himbara,” katanya.

Asep menambahkan, keberanian pengurus untuk berkorban sangat penting agar KMP cepat berkembang.

“Kalau hanya mengandalkan iuran wajib, koperasi memang bisa berjalan tapi prosesnya akan lama. Karena itu kami mendorong anggota untuk aktif menabung,” pungkasnya.

Harapan Pemerintah untuk Koperasi Merah Putih

Dengan tantangan permodalan dan perekrutan anggota, pemerintah berharap seluruh KMP Kelurahan di Kota Serang dapat segera beroperasi penuh, sehingga tujuan utama program ini, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi, dapat terwujud.

67 Koperasi Merah Putih di Kota Serang, Hanya 16 yang Aktif Beroperasi

0

0 Comments for "67 Koperasi Merah Putih di Kota Serang, Hanya 16 yang Aktif Beroperasi"